pengalaman

selamat datang

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Rabu, 04 Oktober 2017

FORMAT BUSINESS PLAN


FORMAT BUSINESS PLAN
(FORMAT RENCANA USAHA)


FORMAT PROPOSAL TERTULIS

1.   COVER DEPAN

1.1    Gambar dan Design menarik
         Gambar dan design cover depan proposal harus dapat mewakilkan jenis dan karakter dari usaha yang tercerminkan dari design dan warna yang sesuai.
1.2    Logo / Lambang Usaha
         Digunakan untuk mempermudah dan membedakan usaha kita di mata konsumen dalam mengingatkan usaha kita dibandingkan dengan pesaing dan nama usaha yang sama.
1.3    Informatif ( nama, alamat, contact no )
         Berisi  informasi nama usaha, domisili / alamat tempat usaha serta nomor telepon yang dapat dihubungi apabila calon investor ataupun konsumen ingin menghubungi.

2.   PENDAHULUAN

2.1    Sejarah  Berdirinya Usaha
      
Dengan semakin berkembangnya dan semakin tingginya kebutuhan masyarakat terhadap pelayanan yang berhubungan dengan kebutuhan fashion, maka kami berinisiatif untuk membuka suatu usaha butik yang up to date dan mengerti akan kebutuhan masyarakat.
Perumahan di kemang merupakan perumahan yang relatif baru dibangun dan mayoritas masyarakat di Perumahan tersebut adalah adalah masyarakat yang mempunyai pola pikir yang sudah maju dan modern. Mereka seringkali mencari fashion-fashion ataupun kebutuhan lainnya yang ter up to date.
Daerah sekitar Perumahan ini sangat tepat untuk membuka usaha butik, karena hingga saat ini sangat sedikit sekali atau boleh dikatakan belum ada tempat yang memberi pelayanan kebutuhan fashion di sekitar.
Perusahaan Bisnis Butik ini berdiri atas kerjasama serta keinginan anak muda yang memiliki hobi dan kegemaran yang sama dalam bidang fashion, karena sering bertemu dalam berbagai kegiatan di bidang fashion dan desain, generasi muda ini mencetuskan mendirikan sebuah usaha Distro yang dinamakan B’bridal yang berdiri di Kemang Selatan, lingkungan yang memiliki tingkat pendidikanpengetahuan tentang mode, tapi masih minim dalam mempromosikan pentingnya kebutuhan fashion dalam yang baik dan bekualitas bagi masyarakatnya.
B’bridal Butik didirikan untuk mempelopori kecintaan Pemudi dalam bidang fashion yang up to date tanpa melupakan corak & cirri khas Indonesia.
        
2.2    Visi & Misi Usaha

            Visi      : Mitra dan solusi bagi masyarakat dengan memberikan pelayanan atas kebutuhan dalam hal fashion yang up to date untuk memberikan warna dan gaya dalam kehidupan.
Misi        : Memberikan dan menerapkan pelayanan yang baik dan berkualitas demi kepuasaan pelanggan.


3.   ASPEK PEMASARAN

3.1       Gambaran Umum Pasar ( STP )

Segmen Pasar
B’bridal membidik pasar kelas menengah ke bawah, dengan pemberian harga yang terjangkau. Pada prinsipnya kami akan membuka usaha ini dengan suasana kekeluargaan dan pelayanan yang baik, sehingga membuat masyarakat merasa puas dengan layanan kami dan senantiasa kembali ke tempat kami. Karena segmen pasar usaha Butik ini cenderung kemasyarakatan sehingga hal ini dapat memicu persaingan dengan usaha butik lainnya.
Pada awalnya pemenuhan permintaan pakaian dapat dipenuhi dari butik , akan tetapi dengan semakin tinggi populasi rakyat, maka kemampuan butik untuk memenuhi kebutuhan masyarakat semakin rendah. Hal ini mendorong kami untuk melakukan pelayanan yang baik dan dapat memenuhi kebutuhan pelanggan

Target Pasar
Target pelanggan Butik ini adalah : Para anak remaja maupun dewasa hingga sampai para pegawai-pegawai kantoran yang sedang terpengaruh oleh fashion- fashion yang uptodate. Mereka adalah pengguna baju-baju yang memiliki ciri khas tertentu.




Positioning
Berdasarkan pemantauan dan hasil survey yang ada bahwa di sekitar lokasi tempat yang kami dirikan usaha butikini masih belum terdapat sebuah tempat belanja pakaian dengan suasana yang nyaman dan kekeluargaan.

3.2.            Permintaan
·         Perkiraan / prediksi jumlah permintaan konsumen terhadap produk.
·         Proyeksikan permintaan konsumen dalam beberapa periode / tahun mendatang seperti kenaikan x % per tahun sesuai kenaikan jumlah penduduk
Tahun
Perkiraan Permintaan
( dalam Unit )
Tahun 2014
 1200
Tahun 2015
8000
Tahun 2016
14000

3.3.            Penawaran
·                     Penawaran dari produk pesaing sejenis di pasar
Nama Perusahaan
Pesaing
Kapasitas Produksi / Tahun
( dalam Unit )
zara
11 triliun
boss
3 triliun
adidas
9 trliun

·         Proyeksi penawaran dalam beberapa periode / tahun mendatang. Proyeksi penawaran disesuaikan dengan permintaan seperti kenaikan x % per tahun sesuai pertumbuhan ekonomi.
Tahun
Perkiraan Penawaran
( dalam Unit )
Tahun 2014
20 triliun
Tahun 2015
8 triliun
Tahun 2016
12 triliun

3.4.            Rencana Penjualan dan Pangsa Pasar

Rencana Penjualan adalah rencana produk yang akan dijual dalam waktu 1 tahun disesuaikan dengan kondisi permintaan dan penawaran.
Pangsa Pasar adalah  bagian dari penjualan produk kita dibandingkan dengan penjualan total produk sejenis dalam industri

Tahun
Permintaan
(A)
Penawaran
(B)
Peluang
(C = A-B)
Rencana
Penjualan
Pangsa Pasar
(E = DX100% / C)
2014





2015





2016





3.5.            Strategi Pemasaran Perusahaan dan Pesaing
Strategi Pemasaran Perusahaan dilakukan berdasarkan analisa 7 P dengan alat analisis SWOT menurut Kottler yang terdiri atas :
3.5.1.      Product
Strategi mengenai bagaimana produk usaha kita dapat menarik hati konsumen untuk membelinya. Produk usaha kita dapat dibedakan berdasarkan mutu / kualitas, ukuran, desain, kemasan, dan kegunaan lebih dibandingkan pesaing.
3.5.2.      Price
Strategi mengenai bagaimana produk kita lebih menarik konsumen dari segi harga dibandingkan pesaing. Umumnya konsumen lebih tertarik kepada produk dengan harga yang lebih murah. Selainnya itu dari segi harga, kita dapat membedakan produk kita berdasarkan harga satuan dan harga grosir, syarat pembayaran, diskon/potongan harga,
3.5.3.      Promotion
Strategi mengenai bagaimana produk kita dapat dikenal oleh konsumen melalui beberapa cara :
·         Advertising (Iklan)
Beriklan dapat dilakukan melalui media berikut :
-          Media Cetak : Brosur, spanduk, poster, iklan majalah/koran.
-          Media TV dan Radio : Iklan TV, Jingle Iklan Radio
·         Sales Promotion
Promosi melalui acara / pameran yang digelar di tempat keramaian dimana konsumen produk berada dan juga dilakukan penjualan ditempat.
·         Personal Selling
Promosi melalui penjualan langsung ke tempat konsumen berada dengan menawarkan dan mencoba produk langsung.
·         Public Relation
Cara promosi ini cenderung untuk membuat image perusahaan baik dimata konsumen bukan mempromosikan produk secara langsung. Umumnya dilakukan oleh perusahaan besar.
3.5.4.      Placement
Merupakan cara untuk mendistribusikan produk kita untuk sampai ke tangan konsumen. Sistem distribusi yang dilakukan dapat secara langsung ke konsumen atau melalui pedagang perantara seperti wholesaler   (pedagang besar) atau retailer (pedagang kecil).
3.5.5.      People
Merupakan kriteria sumber daya manusia secara umum yang dapat meningkatkan penjualan produk ke konsumen secara langsung ataupun tidak langsung.
3.5.6.      Process
Proses yang ditampilkan kepada konsumen agar konsumen tertarik untuk membeli. Proses yang dapat ditampilkan seperti proses produksi yang baik ataupun proses pelayanan terhadap konsumen.
3.5.7.      Physical Evidence
Penampilan fisik dari fasilitas pendukung atau sarana dalam menjual produk yang dapat dilihat langsung oleh konsumen. Seperti tempat yang menarik dan bersih untuk restoran.
            Note :
·               Semua strategi pemasaran yang dibuat berdasarkan 7 P diatas haruslah dibandingkan dengan strategi pemasaran yang diterapkan oleh pesaing. Strategi pemasaran yang kita buat harus berbeda dan lebih unggul dalam menarik konsumen.
·               Semua strategi pemasaran yang dibuat pastilah mempunyai anggaran / biaya sehingga perlu dicatat biaya yang  dikeluarkan per bagian P.

4.    ASPEK ORGANISASI DAN MANAJEMEN

4.1       Aspek Organisasi
·               Nama Perusahaan / Usaha
·               Nama Pemilik / Pimpinan
·               Alamat kantor dan tempat usaha
·               Bentuk Badan Hukum ( Kalo berbentuk Badan Hukum )
·               Struktur Organisasi
·               Jabatan, Jumlah staf, Uraian Tugas, dan Penggajian


Jabatan

Uraian Tugas
(A)
Jumlah
(B)
Gaji / Bulan
(C)
Total
(BxC)
Pimpinan




1. Direksi




Staf




1. Bag. Pemasaran




2. Bag. Produksi




3. Bag. Keuangan




Total Gaji / Bulan


4.2.      Perijinan
            Perijinan yang perlu disiapkan sebelum usaha dimulai dan disertai dengan biaya pengurusannya. Apabila usaha kita tidak berbentuk badan hukum maka perijinan tidak kompleks tetapi hanya perlu perijinan dari wilayah sekitarnya (paling tidak sampai ijin kecamatan / kelurahan ) disertai keterangan dari pihak RT / RW dimana usaha kita berada.
            Sedangkan bila usaha kita akan berbentuk badan hukum maka perijinan yang diperlukan adalah : ijin prinsip (dari instansi terkait), SITU (Surat Ijin Tempat Usaha), TDP ( Tanda Daftar Perusahaan), Akta Pendirian Perusahaan, dll.  Semua biaya diatas berkisar antara 5-7 jt untuk berbentuk PT (Perseroan Terbatas) tergantung wilayah usaha dan dikerjakan semuanya oleh NOTARIS.

4.3    Kegiatan Pra Operasi dan Jadwal Pelaksanaan
Kegiatan sebelum usaha dimulai disertai dengan jadwal pelaksanaan yang diatur berdasarkan periode tertentu ( mingguan atau bulanan ).

KEGIATAN
JADWAL PELAKSANAAN
( Dalam Mingguan )
1
2
3
4
1. Survey Pasar




2. Menyusun Rencana Usaha




3. Perijinan




4. Survai tempat usaha




5. Survai Mesin / Peralatan




6. Pemasangan Sarana Penunjang




7. Mencari tempat kerja




8. Uji Coba Produksi




9. Operasional









4.4    Inventaris Kantor dan Supply Kantor
         Inventaris kantor untuk barang yang umur produknya lebih dari 1 tahun.
Inventaris / Perangkat Kerja
Merk
Jumlah unit
Harga
Jumlah harga





Total Inventaris Kantor


Supply Kantor merupakan biaya untuk menunjang kegiatan administrasi seperti ATK Alat Tulis Kantor ( umur ekonomis 1 tahun atau kurang )

Jenis Biaya Supply Kantor
Total Biaya per Tahun


Total Supply Kantor


5.    ASPEK PRODUKSI
5.1.      Produk
Perencanaan yang perlu dilakukan menyangkut produk (output), terutama pada usaha manufaktur dan industri pengolahan adalah:
A.  Dimensi Produk
Dimensi produk berkenaan dengan sifat dan ciri-ciri produk yang meliputi bentuk, ukuran, warna serta fungsinya.
B.   Nilai/Manfaat Produk
Manfaat yang dapat ditawarkan oleh produk dapat dibagi dalam 5 tingkatan, yaitu:
-       Manfaat inti (core benefit): adalah manfaat yang diberikan untuk pemenuhan terhadap kebutuhan utama konsumen, misalnya kebutuhan berbicara jarak jauh.
-       Manfaat dasar (basic benefit): adalah manfaat dasar yang diberikan untuk memecahkan masalah kebutuhan utama, misalnya telepon.
-       Manfaat yang diharapkan (expected benefit): adalah manfaat yang diharapkan lebih dari sekedar pemenuhan kebutuhan dasar, misalnya telepon yang dapat dibawa-bawa (HP).
-       Manfaat di atas harapan (augmented benefit): adalah manfaat yang dapat diberikan lebih dari yang diharapankan oleh konsumen, misalnya HP yang dapat digunakan untuk SMS.
-       Manfaat potensial (potential benefit): adalah semua manfaat yang mungkin dapat diberikan lebih dari sekedar augmented benefit, misalnya HP yang dapat digunakan sebagai lampu senter, kamera, video recorder, video calling, fax, internet, dsb.

C.   Kegunaan/Fungsi Produk
-          Produk konsumsi, yaitu produk yang dibeli dan digunakan oleh konsumen akhir (pemakai akhir); meliputi:
§  Convenience goods, yaitu produk yang dibutuhkan sehari-hari dan mudah didapat, misalnya beras, gula, teh, permen, dll.
§  Shopping goods, yaitu produk-produk yang dibedakan oleh kon-sumen berdasarkan kualitas, harga, tren, dan gaya. Contohnya adalah baju, telepon seluler, mobil, dsb.
§  Specialty goods, yaitu produk yang mempunyai karakteristik unik dan mempunyai merek yang sudah terkenal; misalnya mobil mewah, jam tangan mewah, dsb.
§  Unsought goods, adalah produk yang kurang dikenal atau dike-tahui umum tetapi kurang diminati, misalnya asuransi
-          Produk industri, yaitu produk yang biasa dibeli oleh pelaku usaha produksi lainnya. Biasa dikenal dalam B to B (business to business). Dapat dibagi dalam 3 golongan, yaitu:
·      Bahan baku dan suku cadang: merupakan bahan mentah yang akan diproses lebih lanjut.
·      Barang modal: yaitu barang-barang yang berumur lebih dari 1 tahun dan tidak untuk dijual belikan.
·      Perlengkapan dan jasa bisnis, yaitu produk tidak tahan lama yang membantu operasional perusahaan.
5.2.      Proses Produksi
Perencanaan proses produksi pada dasarnya menjelaskan tahapan-tahapan proses yang diperlukan untuk menghasilkan produk atau output yang dimaksud. Bentuk proses biasa digambarkan dalam lembaran skema atau diagram alur yang disertai dengan keterangan deskriptif.
5.3.      Kapasitas Produksi
Perencanaan kapasitas produksi dilakukan untuk semua mesin, peralatan, dan faktor produksi lainnya sesuai dengan rencana jumlah produk akhir yang akan dihasilkan. Dengan sendirinya, kapasitas produksi sampai dengan tingkatan yang rinci semuanya akan mengacu pada hasil dari perhitungan peluang pasar atas produk yang bersangkutan. Kapasitas produksi biasa dinyatakan dalam unit per periode waktu tertentu (tahun, bulan, minggu, hari, atau jam). Untuk perencanaan strategis, proyeksi kapasitas dilakukan dalam jangka minimal 3 tahun ke depan, sesuai dengan rencana produksinya.

Tahun
Rencana produksi (dalam unit)







5.4.     Tanah dan Bangunan
Perencanaan tanah dan bangunan berkaitan dengan lokasi untuk kan-tor, tempat usaha, pabrik, gudang, tempat parkir, dll. Untuk keperluan perhitungan kelayakan finansial usaha, maka perlu diperhitungkan ukuran, harga beli atau sewanya.
5.5.     Pemasangan Sarana Penunjang
Instalasi sarana penunjang berkaitan dengan tata letak (lay-out) yang termasuk dalam anggaran investasi. Pemasangan sarana penunjang ini meliputi listrik, air, telepon, internet, dan lain-lain.
Jenis Biaya
Jumlah Biaya
1.       Pemasangan instalasi listrik

2.       Pemasangan instalasi air (PAM)

3.       Pemasangan instalasi telepon

4.       Pemasangan instalasi internet

5.       Dan lain-lain

Total Biaya Pemasangan Sarana Penunjang :


5.6.      Mesin dan Peralatan
Baik untuk skenario pembelian ataupun sewa, daftar mesin dan peralatan juga harus dirinci sedetail mungkin proyeksinya. Perencanaan ini tetap selalu berkaitan dengan kapasitas dan kompetensi teknis wirausahawan.
Nama Mesin/Peralatan
Merk
Jumlah Unit
Harga
Jumlah Harga
1.                                                            




2.                                                            




3.                                                            




Total Pembelian Mesin/Peralatan





5.7.     Bahan Baku dan Bahan Pembantu
Nama Bahan Baku
Merk
Jumlah Unit
Harga
Jumlah Harga
1.                                                                            




2.                                                                            




3.




Total Pembelian Bahan Baku




Perencanaan bahan baku dan bahan pembantu merupakan bagian utama untuk perhitungan kebutuhan modal kerja. Hal-hal yang perlu diperhatikan adalah suplier, kuantitas, harga beli, persyaratan pembe-lian, ketersediaan, dan persediaan.

5.8.      Tenaga Produksi (Tenaga Kerja Langsung)








Perencanaan tenaga kerja langsung (TKL), juga perlu memperhatikan hal-hal mengenai kualifikasi, tarif upah, jumlah tenaga yang dibu-tuhkan, dan persyaratan kerja.

A.  Sistem Harian:
Jenis Kegiatan
Tarif/Upah per hari
Jumlah Tenaga Kerja
Jumlah Hari Kerja/Tahun
Jumlah (Rp.)
1.                                                                                




2.                                                                                




3.




Total Upah Tenaga Produksi Sistem Harian





B.   Sistem Borongan
Jenis Kegiatan
Tarif/Unit
Jumlah Produksi/Tahun
Jumlah Harga Beli
1.                                                                                    



2.                                                                                    



3.                                                                                    



Total Upah Tenaga Produksi Sistem Borongan:




5.9.     Biaya Umum Usaha/Pabrik
Sebagai komponen biaya modal kerja yang terakhir, perlu juga diren-canakan biaya-biaya penunjang (sarana dan prasarana), misalnya seba-gai berikut:


Jenis Biaya Umum Usaha/Pabrik
Jumlah Biaya/Tahun
1.                                    Pemeliharaan mesin dan peralatan

2.                                    Suku cadang, bahan bakar, oli, dsb.

3.                                    Rekening listrik, air, telepon.

4.                                    Pemeliharaan bangunan

Total Biaya Umum Usaha/Pabrik per tahun:


6.    ASPEK KEUANGAN
6.1.     Strategi Sumber Pendanaan Usaha
Salah satu komponen yang mendukung pembangunan nasional ada-ah tersedianya lembaga intermediasi yang mempunyai fungsi meng-impun dana dari masyarakat dan menyalurkan kembali ke masyarakat dalam bentuk kredit dan atau bentuk-bentuk lainnya. Lembaga inter-ediasi yang ada dibedakan dalam 3 kategori yakni :
a.    Berbentuk Bank tunduk pada Undang-Undang Pokok Perbankan
b.   Berbentuk Koperasi Simpan Pinjam tunduk pada Undang-Undang Koperasi
c.    Lembaga Keuangan Mikro lainnya yang belum diatur undang-undang
Lembaga keuangan mikro yang membantu mengembangkan iklim wirausaha di Indonesia diatur dalam Surat Edaran Menteri Keuangan No. SE-31/MK/2000 tanggal 5 Mei 2000 tentang Pelaksanaan Program PUKK. Dalam hal ini Pembinaan Usaha Kecil dan Koperasi mengacu kepada Surat Keputusan Menteri Keuangan No.316/KMK.016/1994 tanggal 27 Juni 1994 yang menggantikan Surat Keputusan Menteri BUMN/Kepala Badan Pembina BUMN No. Kep.216/M-PBUMN/1999 tanggal 28 September 1999.
Sumber pendanaan dari Program Pembinaan Usaha Kecil dan Kope-asi (PUKK) berasal dari penyisihan laba BUMN termasuk saldo dana Pembinaan Usaha Kecil dan Koperasi (PUKK) tahun-tahun sebe-umnya yang merupakan sumber pendanaan utama dalam merealisir terwujudnya pemerataan kehidupan perekonomian masyarakat mela-ui kemitraan dengan para pengusaha kecil dan koperasi serta ling-ungan masyarakat sekitarnya.
Pelaksanaan Program Pembinaan Usaha Kecil, Koperasi (PUKK) dan Bina Lingkungan dilaksanakan di dalam lingkup masyarakat yang bertujuan untuk mendorong tercapainya pertumbuhan ekonomi rak-yat, melalui pemerataan di sektor ekonomi dimana anggota masya-rakat golongan pengusaha kecil dan koperasi diberi kesempatan untuk melakukan perluasan usahanya, berdasarkan bantuan pinjaman untuk modal kerja / pinjaman lunak yang berasal dari penyisihan laba BUMN.

 6.2.     Proyeksi Keuangan
Aspek finansial dari proposal bisnis harus dapat memperlihatkan potensi dana yang dimiliki, kebutuhan dana eksternal, perhitungan kelayakan usaha, termasuk di dalamnya 3 perfoema laporan keuangan: neraca, rugi-laba, dan cash flow. Secara ringkas, dapat diberikan format sederhana perhitungan kelayakan usaha secara finansial sebagai berikut:

A.       Sumber Pendanaan
Uraian
Persentase (%)
Jumlah
(a)
(b)
(c = a + b)
1. Modal Sendiri



2. Pinjaman



Jumlah (1+2)



B.        Kebutuhan Pembiayaan/Modal Investasi
Uraian
Banyaknya
Harga/Unit
Jumlah
(1)
(2)
(3 = 1 x 2)
a. Tanah



b. Bangunan



c. Mesin/Peralatan



d. Peralatan Kantor



e. Alat angkut



f. Infrastruktur



g. Biaya pra operasi



Jumlah






C.       Kebutuhan Pembiayaan/Modal Kerja
Uraian
Banyaknya
Harga/Unit
Jumlah
(1)
(2)
(3 = 1 x 2)
a. Bahan Baku



b. Persediaan Bahan



c. Produk dalam proses



d. Piutang



e. Uang Kas



Jumlah




D.       Analisa Biaya Tetap
Uraian
Banyaknya
Harga/Unit
Jumlah
(1)
(3)
(3 = 1 x 2)
a. Gaji



b. Penyusutan



c. Bunga Pinjaman



d. Biaya Pemasaran



e. Biaya Lainnya



Jumlah



E.        Analisa Biaya Tidak Tetap
Uraian
Banyaknya
Harga/Unit
Jumlah
(1)
(2)
(3 = 1 x 2)
a. Upah



b. Biaya Bahan



Jumlah



F.        Proyeksi Aliran Kas Usaha
Uraian
Tahun
1
2
3
4
5
a. Sumber dana (in flow)





b. Penggunaan dana (out flow)





c. Arus kas bersih (net flow = a – b)





d. Keadaan kas awal





e. Keadaan kas akhir (c + d)






 6.3.     Analisa Kelayakan Usaha
Analisis investasi digunakan untuk mengukur nilai uang atau tingkat pengembalian dari investasi yang ditanamkan dalam suatu usaha pada masa yang akan datang. Hal ini sangat penting dilakukan sebelum implementasi investasi yang sering mempertaruhkan dana yang sangat besar. Dengan melakukan berbagai macam simulasi tersebut, akan diketahui besarnya faktor-faktor resiko yang akan dihadapi, dan yang mempengaruhi layak atau tidaknya suatu rencana investasi. Beberapa metode analisa yang dapat dipergunakan adalah :


A.   Metode Non-Discounted Cash Flow
Non-Discounted Cash Flow adalah metode pengukuran investasi dengan melihat kekuatan pengembalian modal tanpa mempertimbangkan nilai waktu terhadap uang (time value of money). Metode yang dipergunakan adalah Pay Back Period (PBP) Method, dengan formula umum sbb:

          Total Investasi
Pay Back Period = --------------------------------------- x 1 tahun
Net Income + Depreciation

Metode PBP merupakan alat ukur yang sangat sederhana, mudah dimengerti dan berfungsi sebagai tahapan paling awal bagi penilaian suatu investasi. Model ini umum digunakan untuk pemilihan alter-natif-alternatif usaha yang mempunyai resiko tinggi, karena modal yang telah ditanamkan harus segera dapat diterima kembali secepat mungkin. Kelemahan utama dari metode PBP ini adalah:
·      Tidak dapat menganalisa penghasilan usaha setelah modal kembali.
·      Tidak mempertimbangkan nilai waktu uang

B.    Metode Discounted Cash Flow
Discounted Cash Flow adalah metode pengukuran investasi dengan melihat nilai waktu uang (time value of money) dalam menghitung tingkat pengembalian modal pada masa yang akan datang.
1.    Net Present Value (NPV)
NPV didefinisikan sebagai selisih antara investasi sekarang dengan nilai sekarang (present value) dari proyeksi hasil-hasil bersih masa datang yang diharapkan. Dengan demikian, NPV dapat dirumuskan:

NPV = PV of Benefit – PV of Capital Cost atau karena PV = (C / (1+i)n), maka:
+ Σ
 
Σ
 
               C                               – C
NPV =          -----------                    -----------
            (1 + i)n                      (1 + i)n 
di mana:        i        =   bunga tiap periode
                                                  N      =  periode (tahun, bulan)
                                                  - C    =   modal (capital)
                                                  C       =   hasil bersih (proceed)
Kriteria yang dipergunakan dalam penilaian NPV adalah sbb:
1).   Jika NPV = 0 (nol), maka hasil investasi (return) usaha akan sama dengan tingkat bunga yang dipakai dalam analisis, atau dengan kata lain usaha tidak untung maupun rugi (impas).
2).   Jika NPV = – (negatif), maka investasi tersebut rugi atau hasilnya (return) di bawah tingkat bunga yang dipakai.
3).   Jika NPV = + (positif), maka investasi tersebut mengun-tungkan atau hasilnya (return) melebihi tingkat bunga yang dipakai.

Kelemahan utama dari metode NPV ini adalah bahwa ia tidak menganalisis pemilihan alternatif usaha-usaha dengan jumlah investasi yang berbeda.
2.    Profitability Index (PI)
Metode analisa PI sangat mirip dengan analisa NPV, karena kedu-anya menggunakan komponen perhitungan nilai-nilai sekarang (present value). Perbedaannya adalah bahwa satuan yang dipakai dalam NPV adalah nilai uang, sedangkan dalam PI adalah indeks. Rumus perhitungan PI adalah sebagai berikut:
      PV of Benefit
Profitability Index = ---------------------------
  PV of Capital Cost
Kriteria penilaian investasi dengan menggunakan PI juga mirip dengan NPV, yaitu sebagai berikut:
-Jika PI > 1, maka investasi dikatakan layak
-Jika PI < 1, maka investasi dikatakan tidak layak
-Jika PI = 1, maka investasi dikatakan BEP
3.    Internal Rate of Return (IRR)
Internal Rate of Return didefinisikan sebagai besarnya suku bunga yang menyamakan nilai sekarang (present value) dari investasi de-ngan hasil-hasil bersih yang diharapkan selama usaha berjalan. Patokan yang dipakai sebagai acuan baik tidaknya IRR biasanya adalah suku bunga pinjaman bank yang sedang berlaku, atau suku bunga deposito jika usaha tersebut dibiayai sendiri.
|
 
Perhitungan IRR secara manual cukup kompleks, karena harus menggunakan beberapa kali simulasi atau melakukan pola try and error. Namun demikian, untuk skenario dua nilai NPV yang telah diketahui sebelumnya, IRR dapat dirumuskan sebagai:
|
 
|
 
            NPV1
 IRR = i1 + (i2 – i1) x     ----------------------- x 100%
     (NPV1 – NPV2)
di mana:   NPV1 harus di atas 0 (NPV1 > 0)
                        NPV2 harus di bawah 0 (NPV2 < 0)

6.4.      Analisa Keuntungan
Analisa keuntungan ditujukan terhadap rencana keuntungan (pene-tapan keuntungan) dengan menyesuaikan atau set-up harga dan volu-me penjualan yang dapat diserap oleh pasar dengan mempertimbang-kan kebijaksanaan dari pesaing. Analisa keuntungan ini harus selalu dilakukan dalam atau dengan acuan periode tertentu.
1.    Break Even Point (BEP)
Analisa BEP atau titik impas atau titik pulang pokok adalah suatu metode yang mempelajari hubungan antara biaya, keuntungan, dan volume penjualan/produksi. Analisa yang juga dikenal dengan isti-lah CPV (Cost-Profit-Volume) ini dilakukan untuk mengetahui tingkat keuntungan minimal yang harus dicapai, di mana pada tingkat terse-but perusahaan tidak mengalami keuntungan maupun kerugian.
Dalam analisa BEP, faktor-faktor biaya dibedakan menjadi:
-  Biaya semi variabel, yaitu biaya yang akan ikut berubah jum-lahnya dengan perubahan volume penjualan atau produksi, namun tidak secara proporsional. Biaya ini sebagian akan dibe-bankan pada pos biaya tetap, dan sebagian lagi akan dibeban-kan pada pos biaya variabel.
-  Biaya variabel, adalah biaya yang akan ikut berubah secara pro-porsional dengan perubahan volume penjualan atau produksi.
-  Biaya tetap, adalah biaya yang tidak akan ikut berubah dengan perubahan volume penjualan atau produksi.

Analisa BEP dihitung dengan formula sebagai berikut:
                                                        Biaya Tetap
                        BEP  =  ---------------------------------------------  x  100%
                                       Hasil Penjualan – Biaya Variabel
atau dapat juga dituliskan sebagai:
                                                   Biaya Tetap
|
 
|
 
                        BEP  =  --------------------------------------
                                                     Biaya Variabel
                                        1  –     -----------------------
                                                    Hasil Penjualan

2.    Kontribusi Margin
Kontribusi margin adalah selisih antara hasil penjualan dengan biaya variabel. Tujuan utama dari pengukuran kontribusi margin ini adalah analisa penentuan keuntungan maksimum atau kerugian mini-mum. Yang pertama perlu diketahui adalah rasio kontribusi margin, yaitu rasio antara biaya variabel dengan hasil penjualan. Lebih jelasnya, dapat dilihat dari rumusan berikut:

|
 
|
 
              Biaya Variabel
Rasio kontribusi margin  =  1  –    ------------------------
 Hasil Penjualan
Dengan demikian, rumusan untuk menetapkan penjualan minimal dari keuntungan yang telah ditetapkan adalah sebagai berikut:
             Biaya Tetap + Laba
|
 
|
 
Minimal Penjualan  =  -----------------------------------
                 Biaya Variabel
     1  –   -------------------------
    Hasil Penjualan


Pada saat menyajikan rencana usaha kepada para investor maupun para kreditor, hal-hal yang perlu diperhatikan oleh perusahaan/pengusaha adalah sebagai berikut :
  1. Usahakan rencana bisnis yang disusun tidak terlalu tebal tetapi lengkap, artinya mencakup berbagai informasi yang dibutuhkan oleh evaluator baik dari piahk investor maupun kreditor untuk melakukan pengambilan keputusan. Uraian lebih rinci sebaiknya dibuat dalam bentuk lampiran. Kuratko dan Hodgetts (2004) menyarankan agar tebal rencana bisnis tidak lebih dari 50 halaman.
  2. Penampilan rencana bisnis harus dibuat menarik karena investor dan kreditor akan memperoleh kesan pertama terhadap perusahaan yang sedang mencari pendanaan dari penampilan rencana bisnis yang diajukan kepada mereka.
  3. Sampul depan rencana bisnis harus memuat nama perusahaan, alamat, nomor telpon perusahaan, dan bulan serta tahun rencana bisnis dikeluarkan. Hal tersebut untuk memudahkan calon investor atau kreditor melakukan komunikasi dengan perusahaan atau pada saat mereka memberikan jawaban balasan terhadap rencana bisnis yang disampaikan perusahaan.  Pada bagian dalam dari sampul, harus dituliskan jumlah salinan/copy bisnis yang diedarkan. Hal ini akan memberi kesan kepada calon investor maupun kreditor bahwa mereka adalah pihak yang diprioritaskan oleh perusahaan dalam memperoleh penawaran rencana bisnis.
  4. Rencana bisnis yang baik harus mencantumkan ringkasan eksekutif (executive summary) yang dapat disampaikan dalam 2-3 halaman yang memuat penjelasan mengenai keadaan usaha saat ini. Ringkasan tersebut dapat berisi produk dan jasa yang dihasilkan, manfaat produk bagi pelanggan, ramalan keuangan, tujuan perusahaan dalam jangka panjang (lebih dari lima tahun), jumlah dana yang dibutuhkan, serta manfaat yang akan diterima oleh investor.
  5. Penyusunan rencana bisnis harus diorganisasikan dengan baik.
Rencana usaha yang baik akan mencantumkan risiko utama dari suatu bisnis yang akan dijalankan.



Proposal Magang

BAB 1
PENDAHULUAN

1.1       Latar Belakang
Perguruan Tinggi merupakan salah satu lembaga pendidikan tinggi di Indonesia yang diharapkan  mampu menghasilkan lulusan yang terampil, profesional, bertanggung jawab dan siap menghadapi tantangan di duniakerja. Tujuan dari perguruan tinggi adalah untuk menyiapkan peserta didik menjadi anggota masyarakat yang memiliki kemampuan akademik, mampu menerapkan serta mengembangkan ilmunya, juga agar dapat meningkatkan taraf kehidupan masyarakat.
Oleh karena itu,Perguruan Tinggi dituntut agar selalu menyesuaikan program pendidikan dengan kondisi lapangan, sehingga mahasiswa dapat mempergunakan pengetahuan dan pengalaman yang diperoleh sebagai pegangan dalam menghadapi berbagai kendala yang mungkin terjadi pada lingkungan kerjanya di kemudian hari.
Terkait dengan hal tersebut, Universitas Muhammadiyah Gresik sebagai salah satu lembaga pendidikan tinggi menyelenggarakan pendidikan dan pelatihan sebagai tindak lanjut dari program pendidikan. Dengan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan tersebut Universitas Muhammadiyah Gresik diharapkan mampu menghasilkan lulusan-lulusan yang terampil, profesional dan siap untuk menjadi tenaga kerja ahli dibidangnya. Hal ini menuntut disesuaikannya program pendidikan dan perkembangan lapangan pekerjaan yang sesungguhnya, sehingga para mahasiswa dapat menggunakan pengalaman dan pengetahuan yang diperoleh di bangku kuliah sebagai pegangan dalam mengatasi berbagai kendala yang mungkin terjadi di lingkungan pekerjaan yang sesungguhnya.
Saat ini mahasiswa Ekonomi Jurusan Manajemen Universitas Muhammadiyah Gresik angkatan 2014  telah menempuh masa perkuliahan selama 6 semester atau kurang lebih tiga tahun. Selama masa perkuliahan tersebut para mahasiswa telah memperoleh banyak ilmu di bidang Manajemen khususnya Sumber Daya Manusia , dimana ilmu yang diperoleh adalah ilmu teoritis dan ilmu praktis. Oleh karena itu, mahasiswa memerlukan penerapan ilmu yang  telah didapat di bangku kuliah dalam dunia kerja.
Selama masa perkuliahan, mahasiswa Jurusan Manajemen dikonsentrasikan dalam beberapa peminatan yang telah disediakan oleh Jurusan Manajemen salah satunya yaitu Manajemen Sumber Daya Manusia. Dengan adanya peminatan tersebut, maka mahasiswa Jurusan Manajemen  telah mendapatkan ilmu yang lebih spesifik. Untuk memperdalam ilmu yang telah didapat, mahasiswa perlu melaksanakan kegiatan praktik kerja magang yang sesuai dengan peminatan yang telah dipilih oleh agar nantinya mahasiswa lebih siap dalam menghadapi dunia kerja.
Di samping itu, dengan adanya praktek Kerja Nyata, diharapkan dapat menyiapkan para mahasiswa sejak dini untuk menghadapi dunia kerja yang akan menyambut para mahasiswa setelah lulus dari jenjang perkuliahan. Kegiatan ini juga memiliki fungsi yang lebih penting, yaitu sebagai langkah awal dalam menjalin hubungan yang bermanfaat antara perusahaan yang dituju dengan mahasiswa atau dengan Fakultas Ekonomi Prodi Manajemen. Mengingat tuntutan zaman yang semakin tinggi maka pembekalan bagi calon pekerja di bidang komunikasi dirasa amat diperlukan.
Dengan adanya kegiatan ini, maka diharapkan dapat membentuk individu-individu yang tangguh, berkompeten, serta profesional dalam menghadapi dunia pekerjaan yang telah menunggunya. Praktik Kerja Nyata akan dilaksanakan di perusahaan atau lembaga sesuai minat masing-masing mahasiswa yang kemudian dalam proses tersebut akan dibimbing oleh para dosen yang berkompeten di bidangnya. Selain itu, kegiatan Praktik Kerja Nyata ini juga diharapkan mampu menjadi tolak ukur dan kesesuaian antara Perguruan Tinggi sebagai sumber tenaga kerja dengan perusahaan atau lembaga yang menjadi pasar tenaga kerja.
Berdasarkan pertimbangan-pertimbangan di atas, maka saya selaku peserta kerja magang angkatan 2014  berniat untuk mengajukan proposal kerja magang. Hal ini bertujuan untuk dapat memperlancar aktifitas Praktek Kerja Nyata tersebut, saya membutuhkan bantuan dalam hal persetujuan, kerjasama, maupun berbagai hal yang berkaitan dengan kegiatan Praktek Kerja Nyata Mahasiswa Manajemen Angkatan 2014 ini.
Dengan demikian, saya memilih PT. Petrosida Gresik sebagai tempat saya melaksanakan Praktek Kerja Nyata ini dengan harapan agar pihak PT. Petrosida Gresik bersedia memberikan arahan, bimbingan, dan pengetahuan agar saya dapat mengaplikasikan disiplin ilmu sesuai dengan konsentrasi yang sedang saya tekuni saat ini.

1.2       TUJUAN
a.      Bagi Mahasiswa
  • Memberikan sarana bagi mahasiswa Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Muhammadiyah Gresik angkatan 2014 untuk menerapkan berbagai ilmu yang telah diperoleh ke dalam dunia kerja.
  • Untuk mengaplikasikan teori dengan praktik di lapangan. Mencakup apakah teori yang diperoleh telah sesuai dengan penerapan di lapangan dan apakah materi perkuliahan yang telah diberikan telah sesuai dengan kebutuhan dengan standart profesional.
  • Membantu mahasiswa Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Muhammadiyah Gresik angkatan 2014 dalam memahami serta mampu untuk beradaptasi dengan lingkungan professional dalam dunia kerja.
  • Memberikan pemahaman kepada mahasiswa Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Muhammadiyah Gresik angkatan 2014 mengenai idealisme dunia kerja dalam hal ini media terkait dan realitas sosialnya.
  • Sebagai penyesuaian diri dengan dunia kerja pada masa yang akan datang.
  • Sebagai bekal untuk mempersiapkan diri terjun ke dalam dunia kerja profesional maupun dalam kehidupan sosial bermasyarakat.
  • Untuk memperdalam dan meningkatkan ketrampilan serta kreativitas mahasiswa.
                                                      
·        Mengembangkan wawasan dan pengalaman mahasiswa/mahasiswi dalam melakukan pekerjaan yang sesuai dengan keahlian yang dimiliki.
·        Agar mahasiswa memperoleh keterampilan dan pengalaman kerja praktis sehingga secara langsung dapat memecahkan permasalahan yang ada dalam kegiatan di bidangnya.

b.      Bagi Jurusan Manajemen
  • Sebagai sarana pengenalan dan disamping itu juga sebagai pertimbangan dalam penyusunan program pendidikan di Jurusan Manajemen.
  • Sebagai bahan masukan dan evaluasi program pendidikan di Jurusan Manajemen untuk menghasilkan tenaga-tenaga terampil yang sesuai dengan kebutuhan dalam dunia kerja profesional.
  • Sebagai sarana menjalin kerjasama antara pihak Universitas Muhammadiyah Gresik  dengan PT. Petrosida Gresik .

c.       Bagi Perusahaan PT. Petrosida Gresik
·        Sebagai sarana mengetahui kualitas pendidikan di jurusan Manajemen Universitas Muhammdiyah Gresik.
·        Sebagai sarana untuk penilaian kriteria tenaga kerja yang dibutuhkan oleh badan usaha yang terkait.
·        Sebagai sarana untuk menjalin hubungan baik dan saling menguntungkan antara lembaga pendidikan dan dunia kerja profesional.

1.3       MANFAAT
a.       Bagi Mahasiswa
·        Memperoleh pengalaman-pengalaman praktis dan mengenal lebih jauh relevansi ilmu yang diterima selama kuliah, di mana teori pernah didapat kemudian diterapkan dalam situasi yang sesungguhnya.
·        Dapat mengukur kemampuan pribadi atau ilmu pengetahuan yang diperolehnya.
·        Dapat mengetahui lebih jauh aplikasi tentang manajemen khususnya sumber daya manusia di dunia kerja.
·        Variasi belajar dalam mendalami ilmu manajemen.

b.      Bagi Jurusan Manajemen
·        Sebagai masukan untuk pengevalusian sampai sejauh mana kurikulum yang dibuat sesuai perkembangan saat ini.
·        Sebagai masukan untuk penyempurnaan kurikulum di masa mendatang.
                                           
c.       Bagi perusahaan PT. Petrosida Gresik
·         Sebagai sarana menjembatani antara lembaga pemerintah dengan pendidikan jurusan Manajemen guna kerjasama lebih lanjut yang bersifat akademis maupun non-akademis.
·         Sebagai sarana untuk mengetahui kualitas pendidikan di jurusan manajemen Fakultas Ekonomi  Universitas Muhammadiyah Gresik.


BAB II
PELAKSANAAN KEGIATAN MAGANG

2.1       Identitas Tempat Magang
Tempat dilaksanakan magang ini adalah PT. Petrosida Gresik di Kawasan Industri Gresik.
2.2       Waktu Pelaksanaan Magang
      Berdasarkan ketentuan yang ditentukan oleh Program Studi Manajemen Universitas Muhammadiyah Gresik dapat melaksanakan kerja praktik selama 1 bulan sekitar bulan Oktober 2017
2.3       Peserta Magang
Mahasiswa Jurusan Manajemen Universitas Muhammadiyah Gresik yang telah menempuh minimal 110 SKS serta telah mendapatkan persetujuan dari Fakultas Ekonomi Universitas Muhammadiyah Gresik. Berikut adalah nama peserta Praktik Kerja Nyata di PT. Petrosida Gresik :
Nama                                       : Viviana Milyani
NIM                                         : 14311109
Jurusan/Peminatan                   : Manajemen/Sumberdaya Manusia
Alamat                                     : Jl. Emerald III No II
  Perum PPS Kec. Manyar, Kab. Gresik
Telepon                                   : 082257655360
2.4       Bentuk Kegiatan Magang
            Bentuk kegiatan yang akan dilaksanakan adalah magang dengan tugas antara lain Mengenai manajemen meliputi sumberdaya manusia dari awal mencari karyawan, pelatihan, pengembangan hingga karyawan tersebut dikeluarkan dari perusahaan ( PHK )

                                                                          BAB III
PENUTUP

Saya berharap agar pihak – pihak yang bersangkutan dapat memberikan kesempatan kepada saya untuk melaksanakan kegiatan magang di instansi dan tempat yang telah saya pilih, untuk saya jadikan tempat pelaksanaan magang. Dalam pelaksanaan saya berharap kesediaan pihak instansi untuk membimbing saya dalam aktivitas kerja yang saya lakukan.
Oleh karena itu saya berharap kepada pihak PT. Petrosida Gresik di Kawasan Industri Gresik dapat menempatkan saya pada bidang yang sesuai, sehingga saya dapat melaksanakan kegiatan ini dengan sebaik-baiknya dan dapat mencapai maksud dan tujuan yang saya inginkan.
Demikian proposal kegiatan magang yang telat saya buat sebagai permohonan untuk melaksanakan kegiatan magang pada PT. Petrosida Gresik di Kawasan Industri Gresik. Besar harapan saya untuk mendapatkan dukungan dan bantuan.
Atas kesediaan bimbingan dan kesempatan yang telah diberikan, saya mengucapkan banyak terima kasih pada pihak – pihak yang bersangkutan.